Calon Pemimpin sekarang yang bisa dipegang hanya dengan pertanyaan:
- Apa yang bisa anda berikan kepada kami jika kami memilih anda?
- Jika anda terpilih apakah anda siap jika anda tidak berkontribusi siap untuk diturunkan?
- Siapkah diri anda untuk menegakkan Amar Ma ruf nahi Munkar?
Jika pertanyaan ini dijawab oleh Calon Pemimpin menjawab In Syaa Allah akan saya usahakan sebisa saya dan saya siap diturunkan jika tidak ada kontribusi. Inilah kriteria pemimpin yang bisa kita pegang jika tidak bisa menjawab dari 3 pertanyaan diatas maka tidak termasuk kriteria pemimpin. Saat ini, sangat diperlukan keidealan seorang pemimpin dalam menjalankan sebuah roda organisasi. Terlebih jika naik kepemerintahan, maka jangan sampai menjadi pimpinan yang mengecewakan.
Ini opini pribadi dari pribadi saya sendiri dan menurut pemikiran serta ilmu yang ada pada diri pribadi
Mari para sahabat & sahabati kita memilih pemimpin yang benar-benar pemimpin seperti Umar Al Faruq, pemimpin yang tidak dikenal akan tetapi dikenal oleh masyarakat.
Saya mengutip dari perkataan Bapak Iping, Dosen Saya beliau mengatakan jika anda ingin melihat seseorang pemimpin yang benar lihat lah pada sosok Umar Al Faruq,sahabat yang sangat-sangat memperhatikan masyarakat nya.
Saya sedikit mengutip dari NU Online, Kiai Dian memulai pemaparannya tentang kewajiban penegakan kepemimpinan, merujuk salah satu pendapat Imam Mawardi, bahwa setelah Nabi Muhammad SAW wafat, maka kepemimpinan di kalangan umat Islam dibentuk untuk meneruskan kepemimpinan beliau dalam penjagaan agama dan penyelenggaraan urusan duniawi (hirasat ad-din wa siyasat ad-dunya).
"Penegakannya wajib bagi warga umat. Kewajiban itu ditetapkan sebagai kesepakatan para sahabat (ijma' ash-shahabat)," terang Kiai Dian.
Dijelaskan lebih lanjut olehnya, kewajiban itu memiliki dua sisi, yaitu kewajiban secara akal (wajib 'aqli) dan kewajiban secara syariat (wajib syar'i).
Sedangkan untuk kriteria seorang pemimpin, pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan itu kembali mengambil dari kitab Al-Ahkam as-Sulthaniyah.
"Di antaranya seorang pemimpin mesti memiliki keadilan, keilmuan, kesehatan, dan wawasan luas yang memungkinkannya dapat mengatur rakyat dan mewujudkan kemaslahatan."
Selain itu, juga ia harus memiliki keberanian dan ketegasan yang menunjang tugasnya menjaga kedaulatan dan keamanan negara dari serangan musuh. Serta yang tidak kalah penting, ia berasal dari nasab yang diistilahkan dengan "Quraisy", yaitu dari suku yang dapat dihormati oleh semua. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
By : Muhammad Afif Irvandi El-Tahiry
(Kader PMII Komisariat UIN AR-RAINY Aceh)

Komentar
Posting Komentar