Keberagaman dalam suatu ruang bersama ke-Indonesia-an akan tampak indah bukan bukan saja bila terjadi harmoni, terbangun kehidupan yang rukun, dan kehidupan berdampingan secara damai di tengah perbedaan (peaceful coexistence), namun juga menampakkan solidaritas antar sesama yang tergambar dari keadaan saling membutuhkan, sehingga tak ada yang merasa ditinggalkan (no one left behind). Pluralitas hanya dapat menjadi fondasi bangunan ke-Indonesia-an yang kokoh bila etos sosial dan etika politik kuat dengan penerimaan penuh pada keberagaman sebagai ruang bersama, yang mana satu sama lain saling membutuhkan dan bekerja sama. Di sisi lain, perbedaan dan ketidaksetujuan atas perbedaan yang melekat pada masing-masing identitas tak diekspresikan dengan kekerasan. Sebaliknya, perbedaan justru diterima dengan lapang dada, sikap terbuka, dan saling menguatkan.
Dalam momentum hari lahir Pancasila ini, tentunya sebagai pemeran dalam sebuah organisasi (KOPRI PMII) wajib memaknainya dengan implementasi. Menurut Kochler, Kochler berpendapat bahwa pengertian organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur dalam mengkoordinasikan usaha sebuah kelompok orang guna meraih tujuan. Tujuan apa dan bagaimana sebuah organisasi tentunya berdasarkan beberapa elemen yang ada didalamnya, seperti : manusia, landasan filosofis, AD/ART organisasi dan lain-lain. KOPRI PMII ini mengambil Pancasila sebagai salah satu pedoman dalam berdirinya organisasi. Salah satu makna dari Pancasila sendiri adalah keharusan kita menjaga semboyan Bhineka Tunggal Ika yang artinya "walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua".
Untuk mewujudkan terajutnya Bhineka Tunggal Ika yang indah dan nyata perlu adanya motivasi. Kata motivasi (motivation) kata dasarnya adalah motif (motive) yang berarti dorongan, sebab atau alasan seseorang melakukan sesuatu. Menurut Azwar (2000: 15) motivasi adalah rangsangan, dorongan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang atau sekolompok masyarakat yang mau berbuat dan bekerjasama secara optimal dalam melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Terkadang, keberagaman juga menimbulkan konflik antar kelompok masyarakat. Seperti menurut Rianny Puspita dan Dikdik Baehaqi (2014) mengatakan contohnya Institusi pendidikan sangat rentan terhadap konflik terkait ras, gender, budaya dan pemahaman agama. Menurut Djaka Soetapa (1998) kemajemukan itu juga dapat menjadi bencana bagi bangsa Indonesia, karena kemajemukan dapat menjadi sumber dan potensi konflik yang dapat mengganggu dan bahkan mengancam kesatuan dan persatuan bangsa.
Oleh karena itu, perihal pentingnya motivasi merajut BhinekaTunggal Ika dalam organisasi adalah supaya kita bersama-sama dengan senantiasa menjaga serta mencintai keberagaman yang kita miliki ini, yang juga merupakan wujud dari semboyan kita yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Dimana dalam organisasi kita perlu menyadari keberagaman bukan unsur perpecahan namun justru yang menciptakan kesatuan bangsa melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kesatuan adalah upaya untuk mempersatukan perbedaan suku, adat istiadat, ras dan agama untuk menjadi satu yaitu bangsa Indonesia. Dan patut kita syukuri bahwa kita sebagai bangsa Indonesia mempunyai suatu pedoman hidup yang disebut juga dengan ideologi negara, yaitu Pancasila.
DAFTAR PUSTAKA
Hendardi.(2022).PANCASILA, KEBEBASAN BERAGAMA/BERKEYAKINAN, DAN TANTANGAN POLITISASI IDENTITAS DALAM TATA KEBINEKAAN INDONESIA. Visual Post: Jurnal Pancasila, 3 (2), 47-64.
Suryani, Ni Kadek.2019.Buku Ajar : Perilaku Organisasi.Bali: Penerbit Nilacakra
Komentar
Posting Komentar