Langsung ke konten utama

Wujudkan Remaja Care Melalui Edukasi Tentang Gender Dan Seksualitas

Anak yang memasuki usia remaja sangat membutuhkan pendidikan sex sejak dini sebagai bekal dimasa remaja. Di masa remaja adanya rasa ingin tahu yang besar tentang masalah  seksualitas  dan  gender,  dimana masalah  tentang  gender  dan  seksualitas  yang sudah  mulai berkembang. Masalah seksualitas ini masih banyak terjadi pada masa remaja. Bagi remaja ini ditafsirkan dalam hubungan seperti suami istri, dalam hal ini berdampak adanya kurang pahaman anak remaja dari orang tuanya. Untuk  itu  para  orang  tua  harus  benar  benar  memberikan  pengetahuan  yang sempurna tentang seksualitas dan gender, diantaranya pemahaman tentang alat kelamin dan  fungsi  dari  dari  alat  reproduksi agar  bisa  dipertanggungjawabkan  dengan baik dalam menjaga reproduksinya di masa remaja. 

Kepercayaan masyarakat tentang perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan yang  masih  banyak  pro  dan  kontra  dan  masih  adanya  diskriminasi  dari  peran  wanita, sehingga  pihak  perempuan  merasa  dirugikan  oleh  adanya  pandangan  masyarakat  yang masih  melekat  di  suatu  daerah  tersebut.   Adanya  perkebangan zaman  yang  sudah menginjak modern persepsi dan pemikiran perbedaan  yang mediskriminasi peran wanita ini sudah mulai  berkurang,  artinya  peran  wanita  bukan  hanya  ada  di  dapur  dan  mengurus  rumah tangga saja tetapi juga bisa melakukan pekerjaan seperti laki-laki yaitu mencari uang.

Dari  kesimpulan  diatas  maka  pendidikan  tentang gender  dan  seksualitas  sangat  diperlukan  oleh  remaja,  sehingga  mereka  tida  merasa tabu  terhadap  topic  tersebut. Tujuan  dari  diberikannya  edukasi  ini  agar  permasalahn tentang  gender  dan  seksualitas  pada  remaja  berkurang  dan  sampai  tidak  ada  untuk  itu para  remaja  dapat  mengatahui  secara  benar  tentang  menyikapi  permaslahan  tersebut. Topic  ini  juga  dengan  adanya  edukasi  dapat  nanti  dijadikan  suatu  pembelajaran  yang berharga untuk masa depannya. 

Adanya  teman  sebaya, guru  dan  orang  tua  menjadi  peranan  penting  untuk peningkatan pengetahuan remaja terhadap adanya permasalah seksualitas, mereka juga dapat   mengubah   sikap  dan   perlaku   remaja   terhadap   adanya   pelecehan   tentang seksualitas  dan  ketidaksetaraan  gender  dikalangan  remaja.  Banyak  sekali  masalah terhadap  ketidaksetaraan  gender  seperti  adanya  KDRT  daalam  rumah tangga  dan pelecehan  seksual,  dan  juga  masalah  penyakit  lainnya  seperti  penyebaran  penyakit HIV/AIDS. Edukasi  tentang  kesehatan  reproduksi dilakukan  dengan  adanya  pendekatan  kepada  remaja  perempuan  dimana  diskusi  antar pasangan sehingga tidak adanya lagi permsalahan tentang seksualitas dan gender. 

Pendidikan  tentang  kesehatan  reproduksi  harus  diberikan  secara  bertahap  dan continue kepada para remaja yang rentan mengalami permasalahan karena pengetahuan mereka  yang  kurang  dan  adanya  pengetahuan  yang  diberikan  kepada  mereka  tidak tepat,  sehinggamereka  juga  mencari  informasi  di  media  sosial.   Informasi   yang diberikan  tentang  seksaulitas  harus  secara  komprehensif  atau  holistic  yang  bertujuan untuk memberikan peningkatan pengetahuan dan perlindungan terhadap perkembangan seksual  pada  remaja. 


DAFTAR PUSTAKA

    Awaru,  A.  o.  .  (2020). Konstruksi  Sosial  Pendidikan  Seksual  pada  Orang  Tua  dalam Keluarga Bugis-Makassar.

    Dian   Permatasari,   D.   (2022). Kesehatan   Reproduksi   dan   Keluarga   Berencana. (Yayasan Kita Menulis).

    Dian  Permatasari,  E.  S.  (2021b).  Pendidikan  KEsehatan  Reproduksi  Remaja. Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 8–12.

    Eny Retna Ambarwati. (2016). Model Determinan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja yangSudah Menikah dalam Upaya Promosi Kesehatan Reproduksi.

       Fakih,  M.  (2004). Analisis  gender  dan  transformasi  sosial.  (Yogyakarta:  Pustaka Pelajar).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Deretan Teknologi Yang Diramal Sakti Dan Tren Tahun 2023, Apa Saja?

  Tren teknologi terus berganti. Memasuki 2023, empat ahli berusaha memprediksi tren teknologi nantinya. Berikut teknologi yang akan jadi tren, dirangkum dari  CNN Internasional , Kamis (1/5/2023) : Artificial Intelligence Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari e-commerce hingga algoritma media sosial. Ledakan tren ini akan sampai ke gambar dan musik pada tahun 2023, ungkap co-founder dan CEO Addo, Ayesha Khanna. Menurutnya, AI tidak akan menggantikan manusia. "AI akan menjadi anggota tim baru untuk manusia dalam banyak pekerjaan, menyumbangkan ide dan konsep". Hal yang sama juga disebutkan oleh futuris dan penulis buku, Bernard Marr. "Fokus AI akan menjadi penambah pekerja, sebab tools baru tersedia untuk memungkinkan tenaga kerja untuk sepenuhnya memanfaatkan AI". Khanna juga menambahkan lebih banyak pekerjaan diperlukan memastikan co-pilot AI generatif. Misalnya Copilot GitHub, u...

Hak dan Keterwakilan Politik Perempuan dalam Arena Politik Indonesia

Fenomena tuntutan terhadap kesetaraan gender semakin menarik ketika dikaitkan dengan politik, karena dalam sejarah perpolitikan Indonesia berbagai dinamika soal gender dalam politik sudah menjadi rahasia publik bahwa perempuan selalu didominasi oleh laki-laki. Bahkan, pernah dalam satu masa tingkat keterwakilan perempuan sangat menurun di Indonesia, meskipun itu di masa-masa berikutnya mulai meningkat meski belum maksimal, akan tetapi setidaknya ada progres ke arah yang lebih untuk menunjukkan bahwa ada pergerakan dari kaum perempuan untuk meruntuhkan budaya patriarki yang sudah mengakar di negara Indonesia.  Hak Perempuan dalam Arena Politik   Representatif kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan di area publik adalah perdebatan dari masa ke masa yang belum ada titik temu mengenai hak perempuan dalam arena politik Indonesia. Hal ini terbaca dari perilaku perempuan yang tidak terlalu ambisius dalam hal berpolitik dengan partai politik yang tidak begitu amb...

EKSISTENSI SURAT KABAR MEDIA INDONESIA DI ERA DIGITAL

Jika dilihat dari kacamata Graham Murdock (1990), Media Group bisa disebut sebagai bisnis yang memiliki karakteristik communications conglomerate, yaitu sebuah konglomerasi bisnis yang berfokus pada industri yang bergerak dalam bidang media dan selanjutnya berekspansi vertikal maupun horizontal dalam bidang industri yang sama. Sementara, jika dilihat berdasarkan pandangan Richard Bounce (1976), Media Group masuk dalam kategori concentric conglomerates, yaitu suatu korporasi yang bisnis awalnya bergerak dalam industri media massa, kemudian melebarkan sayap ke industri media lain dengan tujuan utama penguatan bisnis industri media. Media Group Network merupakan ekosistem industri media yang terintegrasi dalam multiplatform dengan komitmen memberikan informasi, berita dan hiburan yang memiliki dampak dan pengaruh. Media Group memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perjalanan bangsa Indonesia melalui industri media yang terintegrasi dan multiplatform seperi surat kabar Medi...