Siti Khadijah RA menjadi satu dari empat wanita yang menjadi teladan dalam kehidupan muslim. Keempatnya dijanjikan surga sesuai hadist yang dinarasikan Ad-Dzahabi.
سَيِّدَاتُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ أَرْبَعٌ: مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَآسِيَةُ
Artinya: "Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam bintu Imran, Fatimah bintu Rasulillah shallallahu 'alaihi wa sallam, Khadijah bintu Khuwailid, dan Asiyah." (HR Muslim).
Hadits tersebut merupakan keistimewaan yang Allah berikan kepada wanita mulia Ummul Mukminin penghuni surga, wanita yang diberi gelar Ratu Makkah dan At-Tahirah atau wanita suci yang menjaga dirinya, Dialah ibunda Siti Khadijah binti Khuwailid Radhiallahu’anha.
Kisah teladan Siti Khadijah tidak hanya saat dia mengakui kebenaran wahyu Allah SWT dan mendampingi Nabi Muhammad SAW. Dalam berbagai biografi Siti Khadijah disebutkan karakter unggulnya, yang telah terlihat sebelum dia menerima Islam dan menjadi istri Rasulullah SAW.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut 7 poin keistimewaan Siti Khadijah yang punya julukan Ummul Mukminin.
1. Lahir dari keluarga revolusioner
Khadijah lahir dari keluarga revolusioner yang sangat dihormati di kalangan Quraisy. Ayahnya, Khuwaylid, tidak melakukan kebiasaan suku tersebut yang dinilai merugikan misal mengubur bayi perempuan hidup-hidup.
Sebagai salah satu pemimpin suku, ayah Khadijah memilih membesarkan dan memberi pendidikan yang baik pada putrinya. Khadijah menjadi seseorang yang pintar, sukses meneruskan usaha perdagangan ayahnya, beretika, dan punya keyakinan kuat.
2. Sifat Khadijah yang Patut Diteladani: Selalu Menjaga Kehormatan
Sayyidah Siti Khadijah merupakan sosok perempuan yang mampu menjaga harga diri dan kehormatannya sebagai seorang perempuan.
Sebagaimana diketahui, kehidupan di Mekkah dipenuhi dengan poya-poya, pesta dan nyayian. Yang diadakan oleh para kerabat di Mekkah, terutama di rumah Abu Lahab yang terkenal dengan hobi berpesta yang di adakan hampir tiap malam. Hiburan sepanjang malam kerap meramaikan suasana untuk menghibur raga yang lelah beraktivitas, para penghiburnya tidak lain adalah wanita-wanita yang rumahnya berada dekat dengan Abu Lahab. Namun, Khadijah sama sekali tidak terpikat dengan hal tersebut, hatinya tidak terbentik untuk bermain dan bersenda gurau bersama wanita-wanita sebayanya.
3. Beliau Adalah Pribadi Anti Ghibah
Khadijah juga dikenal sebagai sosok yang pendiam. Pendiam di sini bukan pendiam dalam definisi orang yang tidak pernah berbicara, melainkan dalam konteks diam itu emas.
Para perempuan di sekitarnya pun paham bahwa Khadijah tidak menyukai pembicaraan yang tidak penting yang dapat mengarahkannya kepada gibah (menceritakan keburukan orang lain). Selain itu, ia juga tidak suka ikut campur dengan urusan orang lain.
4. Situ Khadijah Adalah Wanita Pemberani
Sebagai seorang perempuan yang terjun ke dunia bisnis, tentunya Khadijah memiliki sifat berani, terutama dalam menjalanan bisnisnya.
Bahkan, keberaniannya juga terlihat pada saat Khadijah menyatakan keinginannya untuk menikah dengan Rasul lebih dulu. Pada saat itu, Khadijah yakin bahwa Rasul adalah sosok laki-laki yang saleh, baik, dan berakhlak mulia.
Rasul pun gembira mendengar kabar keinginan Khadijah.
5. Memiliki kecerdasan, terutama dalam hal berdagang
Keuletan Khadijah menjadikan dirinya memiliki kecerdasan, terutama dalam hal berdagang. Dia pun tidak sembarangan dalam memilih orang-orang yang akan bekerja dengannya.
Strategi dagang Khadijah itulah yang kemudian berhasil membawa bisnisnya hingga berkembang pesat seiring waktu.
6. Perempuan berkarakter ulet sekaligus mandiri
Sebelum menikah dengan Rasul, Khadijah sudah dikenal sebagai seorang pedagang sukses, bahkan disebut sebagai orang terkaya di Mekah pada zamannya. Hebatnya lagi, ia mengelola sendiri bisnisnya tersebut. Ia tak banyak mengandalkan orang lain dalam perjalanan usaha dagangnya. Kesuksesan yang dimilikinya adalah bukti bahwa Khadijah merupakan seorang perempuan yang ulet, serta mandiri.
7. Sosok istri yang setia kepada suami
Sudah bukan rahasia lagi jika Khadijah juga merupakan sosok istri yang setia kepada suaminya, Rasullah SAW. Kesetiaan tersebut terlihat dalam kepercayaannya pada ajaran Rasul, serta selalu setia mengikuti Rasulullah menyebarkan agama Islam.
Ketika Rasul kesulitan dalam mengemban amanah dakwah dari Allah SWT, dengan setia Khadijah menemani, meyakinkan, dan memberikan dukungan untuk Rasul. Tindakan inilah yang akhirnya memberi dampak besar bagi umat muslim, dan menjadikan Khadijah sebagai sosok teladan.
Komentar
Posting Komentar